Tantangan bagi penilai adalah menyajikan hasil penilaian secara tepat, wajar, tidak underestimated, juga tidak overestimated. Namun yang jadi persoalan sebenarnya adalah calon pembeli, jika objek penilaian tersebut ingin dijual, pinginnya selalu harga yang semurah-murahnya. Ini yang menjadikan judgement penilai dianggap bias, sangat tergantung pada kepentingan apa sebuah penilaian dilakukan dan inilah yang kadang sulit bagi penilai.
Namun itulah tantangan bagi penilai, independensi harus tetap dipegang teguh. Asalkan metodologi yang digunakan telah benar, maka kualitas hasil penilaian bisa dipertanggungjawabkan. Antara nilai dan harga memang berbeda, nilai diperoleh dari kajian keilmuan untuk mendapatkan nilai wajarnya. Sementara itu harga lebih mengacu pada nilai kesepakatan antara penjual dan pembeli yang kadang dilakukan secara tidak wajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar